Menu

Indahnya Peduli, Indahnya Berbagi

Pernahkah kita berjalan-jalan ke suatu tempat yang kumuh kemudian menemui seorang nenek-nenek yang sudah tua renta? Nenek itu hidup seorang diri karena anak-anaknya terkena gangguan jiwa. Nenek yang sudah sepuh itu hanya bisa berharap belas kasihan dari tetangga di sekelilingnya. Nenek yang kondisinya sakit-sakitan itu harus mengurus kebutuhan hidupnya seorang diri.

Atau, pernahkan kita pernah menemui seorang bocah kecil yang umurnya berbilang amat belia? Bocah kecil tersebut baru saja ditinggal kedua orang tuanya karena kecelakaan. Ia kini hidup sendiri. Bagaimana nasib pendidikanya? Bagaimana nasib hidupnya? Bagaimana nasib masa depannya? Tak ada yang pernah tahu.

Bagaimana hati kita ketika menyaksikan kejadian yang serupa?

Mungkin hati kita akan berkata jika diri kita belum bisa berbuat apa-apa untuk mereka.

Sementara pernahkah kita menghitung berapa uang yang telah kita habiskan untuk memenuhi keinginan kita. Atau sekedar untuk membakar rokok yang kita beli. Berapa juta uang yang harus kita keluarkan untuk membeli pulsa?

Sahabatku… Betapa indahnya ketika kita bisa berbagi dengan yang lain. Walaupun jumlahnya tidak seberapa, insyaAllah tetap dapat meringankan beban saudara kita.

Ketika kita merasa tidak mampu untuk mengulurkan tangan seorang diri, maka kami hadir dengan perasaan dan cita-cita yang sama. Dengan menyisihkan sedikit-demi sedikit rizki yang Allah titipkan pada kita secara rutin, insyaAllah akan menjadi sebuah kekuatan besar untuk berbagi. Harapan kami dengan melestarikan budaya sedekah yang telah dilakukan oleh pendahulu kita, maka akan tercipta masyarakat yang sejahtera. Meski sebenarnya pemerintahlah yang memiliki peran penting dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat, namun kita tak bisa terus-menerus menyalahkan pemerintah. Semuanya menjadi tanggung jawab kita bersama. Tak perlu banyak komentar negatif, mari kita mulai membiasakan berbagi dari diri sendiri. Semoga Allah meridhoi dan membimbing setiap niat baik kita. Amin

 

2 Comments
    • kodeputih

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *